Selasa, 31 Juli 2012

aku benci pagi ini..

aku harus melupakan hari ini
detik dimana aku terpaksa meningglkanmu
satu-satunya yang aku ingat, tiba-tiba tubuhku lunglai
sepertinya ada yang mengiris nadiku dengan paksa
tapi aku tak mampu menahannya
seperti ada yang mematahkan tulangku
seperti ada yang mencekik leherku
hingga sesak didadaku
namun aku tak sanggup melepasnya
kenyataan memukulku dengan begitu kerasnya

pagi ini adalah siksaan untukku
tolong, kembalikan aku pada malam
matahari pagi yang dulu selalu kutunggu
matahari pagi yang selalu kusapa dengan senyum
kini seolah membakarku hidup-hidup

kau tahu, hanya lembaran ini yang paling setia mendengarkanku
aku bebas menceritakan rasa sakitku padanya
sekeras apapun aku menangis
tak pernah ia tanggapi dengan sinis
inilah caraku untuk sedikit melupakan rasa kehilanganku
bertemankan sepi, bermain bersama hampa

aku yakin, lama kelamaan aku bisa menikmati sendiriku
berteman dengan bayangmu
bersahabat dengan kenangan tentangmu
tertawa bersama mereka, memaki mereka
lalu penyesalanku akan memukul mereka sampai aku sendiri sekarat
mungkin ini lebih baik daripada terus menggantungkan harapan akanmu
walaupun aku akan mati perlahan
entahalah..







Senin, 30 Juli 2012

ganjaran atas khilafku..

Bisakah aku kembali menjadi 'aku'
dan kamu kembali menjadi 'kamu'
menghapus 'kita' yang dulu sempat aku dan kamu banggakan?

aku..

bahkan entah harus menuliskan apa disini
hatiku tak pernah serapuh ini
hatiku tak pernah merasakan sesak seperti ini
maafkan khilafku, maafkan aku..
Tampar aku sayang, tamparlah..
bila itu satu-satunya cara untuk dimaafkan
lakukanlah..
ludahi aku sayang, ludahilah..
bila itu satu-satunya cara agar aku dapat merelakanmu
lakukanlah..

bukannya aku sanggup melepasmu
bukannya aku ingin pergi meninggalkanmu
aku, aku hanya takut tak dapat menemukan 'kau' lagi pada dirimu
aku, aku hanya takut pada kenyataan bahwa kau takkan seperti dulu
aku, aku hanya tak sanggup melihat kecewamu

dengarlah, aku mencintaimu..
bukan dia, atau siapapun itu
percayalah, hanya kau dan kau seorang yang selalu ada..
namun, biarkanlah ku mencintaimu dalam diam,
tanpa perlu kau tahu aku kesakitan
karena nyatanya, aku memang bukan gadis yang baik untumu


Tuhan kumohon, setelah tangis ini habis
setelah lembaran catatan digital ini selesai kutulis
tolong ajarkan aku merelakan..

my hero

my hero
I love my mom, more than everything

Dwita Pratiwi

Dwita Pratiwi
siapa yg sanggup menentukan hari? karena hidup adalah kematian yg tertunda. seandainya nyawa ini dapat dibagi, biarkanlah aku membagi nyawaku untukmu. rest in peace honey, I love you
Diberdayakan oleh Blogger.

My Lovely Big Family

My Lovely Big Family
fotho ini diamil pas Lebaran IdulFitri, semua dari, nenek, saudara2 dan ipar mama, serta sepupu-sepupu dari mama ikut berkumpul bersama kami, yah kecuali kak Wira dan Kak Nindy anak dari kakak tertua mama. oh ya, sepupu2 sy yg sudah berkeluargapun juga membawa keluarga mereka

Pages

Foto saya
not a girl, not yet a woman

BTemplates.com